{"id":7214,"date":"2026-02-04T14:56:22","date_gmt":"2026-02-04T07:56:22","guid":{"rendered":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/?p=7214"},"modified":"2026-02-09T15:00:15","modified_gmt":"2026-02-09T08:00:15","slug":"sppb-ui-angkat-isu-keamanan-nasional-disertasi-yanos-okterano-bahas-ftf-asing-dan-celah-border-control","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/2026\/02\/04\/sppb-ui-angkat-isu-keamanan-nasional-disertasi-yanos-okterano-bahas-ftf-asing-dan-celah-border-control\/","title":{"rendered":"SPPB-UI Angkat Isu Keamanan Nasional: Disertasi Yanos Okterano Bahas FTF Asing dan Celah Border Control"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, 3 Februari 2026 \u2013 Ancaman masuknya Foreign Terrorist Fighters (FTF) asing ke wilayah Indonesia kembali menjadi sorotan serius dalam sidang promosi doktor yang digelar di Universitas Indonesia, Selasa, 3 Februari 2026. Melalui disertasi berjudul \u201cPengawasan dan Pemeriksaan Keimigrasian terhadap Foreign Terrorist Fighters (FTF) Asing melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi Udara: Studi Kasus di Indonesia Tahun 2003\u20132023\u201d, Yanos Okterano menegaskan bahwa sistem keimigrasian Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengantisipasi ancaman terorisme lintas negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Sidang yang berlangsung di kampus salemba Universitas Indonesia dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T. selaku Ketua Sidang. Bertindak sebagai promotor adalah Prof. Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., M.Ag., Ph.D., dengan Dr. Margaretha Hanita, S.H., M.Si. sebagai Ko-Promotor. Dewan penguji terdiri atas Prof. Yon Machmudi, S.S., Ph.D., Dr. Stanislaus Riyanta, S.Si., M.Si., Dr. Imam Subandi, S.S., S.H., M.H., Muhamad Syauqillah, S.H.I., M.Si., Ph.D., dan Dr. Hari Purwanto, S.H., M.H.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam paparannya, Yanos menguraikan bahwa isu terorisme, migrasi, dan kontrol perbatasan merupakan persoalan multidimensional yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan administratif. Ia menyoroti bagaimana kebijakan kontrol perbatasan di berbagai negara kerap bersinggungan dengan persoalan hak asasi manusia, stigma terhadap kelompok tertentu, serta lemahnya koordinasi lintas lembaga. Indonesia, menurutnya, tidak lepas dari tantangan tersebut, terutama dalam konteks mobilitas FTF asing yang memanfaatkan celah sistem migrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu temuan penting dalam disertasi ini adalah masih tingginya potensi masuknya FTF ke Indonesia. Yanos mengangkat kasus tahun 2023, ketika seorang tersangka teroris asing berkewarganegaraan Uzbekistan berhasil memperoleh visa secara sah dan lolos pemeriksaan keimigrasian di bandara. Insiden tersebut berujung pada penikaman terhadap petugas imigrasi hingga menimbulkan korban jiwa. Kasus ini menjadi bukti konkret adanya kelemahan dalam sistem pengawasan dan pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) udara.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian ini juga mengungkap bahwa meskipun teknologi modern seperti biometrik, Passenger Name Record (PNR), dan sistem peringatan dini berbasis data intelijen telah diterapkan, pemanfaatannya belum optimal. Keterbatasan kualitas data, akurasi sistem, serta kapasitas sumber daya manusia masih menjadi kendala utama. Di sisi lain, koordinasi antar-lembaga seperti Direktorat Jenderal Imigrasi, BNPT, POLRI, TNI, dan BIN dinilai belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu kerangka kerja yang solid.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai kontribusi akademik dan kebijakan, Yanos menawarkan konsep Counterterrorism Mobility Strategy (CTMS). Strategi ini menekankan pendekatan risk-based border control dan early detection system dengan mengintegrasikan analisis risiko, teknologi informasi, dan data intelijen lintas negara. Melalui CTMS, TPI udara tidak lagi diposisikan sekadar sebagai pos administratif, melainkan sebagai benteng strategis pertahanan awal negara dari infiltrasi jaringan terorisme internasional. Disertasi ini merekomendasikan agar CTMS dijadikan rujukan dalam pembaruan regulasi keimigrasian nasional, termasuk dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang Keimigrasian dan peraturan teknis pemeriksaan di TPI. Dengan penguatan kolaborasi lintas instansi, interoperabilitas sistem data, serta peningkatan kapasitas petugas, Indonesia diharapkan mampu membangun sistem pengawasan perbatasan yang proaktif, prediktif, dan adaptif terhadap dinamika ancaman terorisme global.<\/p>\n\n\n\n<p>Sidang ini menegaskan bahwa penguatan keamanan nasional tidak hanya bergantung pada senjata dan aparat, tetapi juga pada ketajaman kebijakan, kecanggihan sistem, dan kesiapan sumber daya manusia di garis depan perbatasan negara.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 3 Februari 2026 \u2013 Ancaman masuknya Foreign Terrorist Fighters (FTF) asing ke wilayah Indonesia kembali menjadi sorotan serius dalam sidang promosi doktor yang digelar di Universitas Indonesia, Selasa, 3 Februari 2026. Melalui disertasi berjudul \u201cPengawasan dan Pemeriksaan Keimigrasian terhadap Foreign Terrorist Fighters (FTF) Asing melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi Udara: Studi Kasus di Indonesia Tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":67,"featured_media":7215,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[40],"tags":[],"class_list":["post-7214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/67"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7214"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7214\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7217,"href":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7214\/revisions\/7217"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7215"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gssd.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}