Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan - Universitas Indonesia
Berita

Category

Jakarta, 11 Desember 2025 — Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) terlibat pada Hong Ting Forum yang diselenggarakan oleh Xinhua News Agency bekerjasama dengan Chinese Mission to ASEAN, Xinhua Institute, serta Biro Xinhua Guangxi, dan dihadiri hampir 100 peserta yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta organisasi media dari Tiongkok dan...
Read More
Salemba, 10 Desember 2025 – Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam hal ini adalah Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (PRSIMB), melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Riset Dekarbonisasi Kawasan untuk mendukung pembangunan industri berkelanjutan dan Net Zero...
Read More
Depok, 9 Desember 2025 — Kuliah tamu Workshop menghadirkan Guillian Magbanua Mecate, B.A., M.P.A. Kepala Kantor Hubungan Internasional Universitas Filipina, seorang spesialis kebijakan publik dalam bidang internasionalisasi pendidikan tinggi menjelaskan Program UP Hiraya Experience menjadi salah satu inisiatif unggulan Universitas Filipina (University of the Philippines/UP) dalam memperluas pengalaman internasional mahasiswa melalui pembelajaran lintas budaya, akademik,...
Read More
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia menggelar Bedah Buku Hasil Kajian Barang Bukti Buku Tindak Pidana Terorisme Seri “Tercerahkan dalam Kedamaian” di UI Salemba, Jakarta, Jumat (5/12). Sepanjang penegakan hukum tindak pidana terorisme di Indonesia, terdapat temuan penting bahwa ada lebih dari 11.000 buku telah disita dari...
Read More
Salemba, 5 Desember 2025 — Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) dan School of International Relations and Public Affairs, Fudan University, resmi melanjutkan kerja sama akademik melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati sebelumnya.  Sebelum prosesi penandatanganan dilakukan, kedua institusi terlebih dahulu mengadakan rapat pembahasan kerja sama yang mencakup berbagai program potensial, antara lain penyelenggaraan international conference, fasilitasi visiting scholar, peluang dosen tamu, serta pengembangan kegiatan akademik bersama lainnya.  Pada kesempatan ini, dokumen MoA ditandatangani terlebih dahulu oleh Direktur SPPB UI, Prof. Supriatna, dalam dua rangkap. Kedua dokumen tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke Fudan University di China untuk ditandatangani oleh Dean, Professor Su Changhe, dan dikirim kembali setelahnya.  Prosesi penandatanganan turut disaksikan oleh Wakil Direktur Akademik dan Kemahasiswaan SPPB UI, Dr. Fuad Gani, S.S., M.A., Wakil Direktur Keuangan, Sumber Daya dan Kerja Sama, Ir. Maureen Pomsar Lumban Toruan, M.M., Staf Kerja Sama Internasional, Salma Salsabila, M.Si., Staf Khusus Direktur Bidang Legislasi, Administrasi, dan Kerja Sama, Ester...
Read More
Jakarta, 4 Desember 2025 – Ruang sidang Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI), pagi itu, dipenuhi suasana tegang namun penuh harapan. Aprison Mandela, Mahasiswa program Doktor Kajian Stratejik dan Global, yang telah hampir dua tahun menelusuri seluk-beluk gerakan pendukung Islamic State (IS) di Indonesia, akhirnya mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji. Dengan judul disertasi “Strategi Deteksi dan Cegah Dini: Ketahanan Gerakan Pendukung Islamic State di Indonesia”, ia menghadirkan temuan yang bukan hanya akademis, tetapi memiliki implikasi strategis bagi masa depan keamanan nasional.  Penelitian yang disusun berdasarkan interaksi dengan 33 informan pendukung IS serta berbagai pemangku kepentingan intelijen dan kontra-terorisme ini berhasil membuka lapisan-lapisan terdalam tentang bagaimana simpatisan IS mampu bertahan meski jaringan globalnya terus melemah. Hasilnya mengejutkan sekaligus menggugah: terdapat sembilan faktor dominan dan empat faktor pendukung yang menjadi motor ketahanan gerakan tersebut. Rekrutmen yang terstruktur, pembinaan yang berkelanjutan, pengamanan jaringan yang rapi, propaganda ideologis yang agresif, pemanfaatan media sosial yang adaptif, hingga kondisi sosial-politik yang tidak stabil—semuanya bekerja seperti roda mekanisme yang saling menguatkan.  Di hadapan para penguji, Aprison menyampaikan bahwa problem utama bukan hanya pada pelaku aksi teror, tetapi justru pada ekosistem yang mempertahankan keberadaan pendukung IS. “Selama faktor-faktor ini tidak disentuh secara sistematis, kita hanya memadamkan api, bukan mencegah sumber apinya,” ujarnya dalam sesi pemaparan.  Peran intelijen menjadi sorotan penting dalam penelitiannya. Aprison menemukan bahwa berbagai lembaga sebenarnya telah menjalankan fungsi deteksi dan cegah dini, namun koordinasi lintas-instansi masih sering terhambat oleh sekat birokrasi dan kompartementasi informasi. BNPT disebut memiliki posisi strategis untuk memperkuat orkestrasi antarinstansi agar proses mulai dari penyelidikan, pencegahan, hingga pembebasan dapat berjalan lebih adaptif dan efisien.  Temuan lain yang menjadi nilai kebaruan adalah usulan strategi Personal Counter Terrorism (PCT). Pendekatan ini memperluas fokus intervensi tak hanya pada potensi aksi, tetapi juga pada akar-akar ketahanan gerakan, terutama pemanfaatan teknologi serta dukungan sumber daya. Pendekatan PCT menekankan perlunya kombinasi soft approach dan hard approach yang disesuaikan dengan karakteristik individu—mulai dari simpatisan pasif hingga mereka yang berpotensi menjadi pelaku.  Dewan penguji yang terdiri dari para ahli keamanan, intelijen, hukum, dan studi politik—dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T.—memberikan perhatian besar pada kebaruan penelitian ini. Promotor utama, Dr. Arthur Josias Simon Runturambi, menilai disertasi Aprison sebagai kontribusi penting dalam penguatan strategi kontra-terorisme Indonesia. Sementara itu, para penguji lain seperti Prof. Yon Machmudi dan Dr. Stanislaus Riyanta menyoroti pentingnya integrasi rekomendasi penelitian ini dalam kebijakan nasional yang lebih responsif terhadap ancaman ekstremisme modern.  Di akhir sidang, Aprison Mandela bukan hanya dinyatakan lulus sebagai doktor. Ia membawa lebih dari sekadar gelar: ia membawa gagasan yang dapat mempengaruhi arah baru dalam strategi deteksi dan cegah dini terorisme di Indonesia. Dalam konteks meningkatnya dinamika radikalisme global, karya ini hadir sebagai peringatan, panduan, sekaligus pijakan perubahan.  Bagi publik, penelitian ini mengingatkan bahwa ancaman terorisme tidak lagi kasat mata, tetapi terus hidup dalam ruang-ruang digital, sosial, dan ideologis. Bagi...
Read More
Salemba, Rabu 3 Desember 2025 – Program Studi Magister Kajian Wilayah Timur Tengah dan Islam menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “The Relevance of Abdurrahman Wahid’s Thought for the Middle East” pada Rabu, 3 Desember 2025, bertempat di Auditorium Lantai 5, Gedung IASTH, Kampus UI Salemba. Acara berlangsung pukul 13.00–15.30 dan menghadirkan pembicara: Dr. Mostafa Zahran, penulis dan peneliti asal Mesir, serta H. Muhammad Taufik Damas, Lc, intelektual NU.  Ketua program studi, Dr. Mulawarman Hannase, Lc., MA.Hum., membuka seminar dengan menyampaikan apresiasi kepada para pembicara, mahasiswa, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya ruang akademik lintas negara dalam memperkaya pemahaman mengenai dinamika Timur Tengah dan Islam kontemporer.  Seminar menyoroti relevansi pemikiran Abdurrahman Wahid—yang dikenal dengan gagasan pluralisme dan humanisme—bagi situasi sosial-politik Timur Tengah yang masih dibayangi konflik dan fragmentasi. Nilai-nilai moderasi Gus Dur dipandang dapat menjadi rujukan bagi penguatan dialog lintas agama, pengembangan masyarakat sipil, serta pembentukan budaya toleransi di kawasan tersebut.  Diskusi berlangsung hidup, dengan partisipasi aktif mahasiswa dalam sesi tanya jawab. Secara keseluruhan, acara berjalan lancar dan tertib, serta diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademik Indonesia dalam wacana moderasi dan perdamaian global. 
Read More
Salemba, 1 Desember 2025 – Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) mengadakan Kegiatan Workshop yang berjudul Intelijen: Konsep dan Praktik. Kegiatan ini diadakan dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengidentifikasi, memetakan, serta menganalisis ancaman global melalui pendekatan intelijen modern. Lebih jauh, workshop ini dirancang untuk memberikan pengetahuan komprehensif mengenai tren ancaman...
Read More
Salemba, Selasa, 2 Desember 2025 — Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) resmi menerima dua visiting scholar dari Jiangxi University of Finance and Economics (JUFE), China, yang akan melaksanakan program penelitian di Indonesia selama enam bulan.  Dua akademisi yang hadir ialah Prof. Dr. Tu Niangen, yang akan melakukan penelitian mengenai literatur Indonesia–China, termasuk dinamika hubungan budaya dan perkembangan karya sastra kedua negara, serta Prof. Dr. Lin Yihua, yang akan meneliti sektor bisnis di Indonesia dengan fokus pada perkembangan ekonomi kreatif serta potensi kolaborasi ekonomi antara Indonesia dan China.  Pertemuan koordinasi terkait pelaksanaan program kerja sama ini turut dihadiri oleh Staf Khusus Direktur Bidang Internasionalisasi Pendidikan dan Perangkingan Dunia, Jelang Ramadhan, Ph.D.; Staf Khusus Perencanaan Kinerja, Irene Sondang Fitrinitia, Ph.D.; dan Staf Kerjasama Internasional SPPB UI, Salma Salsabila, M.Si.  Program kunjungan ilmiah ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara SPPB UI dan JUFE. Selama berada di Indonesia, kedua visiting scholar akan didampingi oleh SPPB UI, mulai dari fasilitasi penelitian hingga penghubungan dengan para pakar UI serta pemangku kepentingan terkait di Indonesia.  Direktur SPPB UI,...
Read More
Jakarta – Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pelatihan Orangtua & Anak Usia Dini: Stimulasi Perkembangan Fisik Motorik Anak” pada Selasa, 2 Desember 2025 di SPS PAUD Aster VI, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi SPPB UI dalam mendukung SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, khususnya target 4.2 mengenai pengembangan anak usia dini dan kesiapan memasuki pendidikan dasar.  Konteks Wilayah dan Urgensi Program Kelurahan Cideng merupakan kawasan perkotaan padat dengan mobilitas masyarakat yang tinggi dan keterbatasan ruang bermain terbuka. Anak usia dini di wilayah ini semakin banyak menghabiskan waktu dalam posisi sedentari, yaitu  perilaku kurang bergerak atau pasif secara fisik dalam jangka waktu panjang akibat tingginya penggunaan gawai dan minimnya kesempatan beraktivitas fisik. Kondisi tersebut berdampak pada perkembangan motorik anak, yang sejatinya merupakan fondasi bagi perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan kesiapan sekolah. Banyak orangtua menganggap perkembangan motorik akan berjalan otomatis tanpa stimulasi, padahal penelitian menunjukkan stimulasi fisik yang terarah dan menyenangkan berperan besar dalam membentuk kesehatan, kemandirian, konsentrasi, dan perilaku anak. Dengan latar belakang tersebut, SPS PAUD Aster VI menjadi lokasi strategis dan tepat sasaran untuk penyelenggaraan pelatihan ini, mengingat perlunya penguatan kapasitas orangtua dalam memberikan stimulasi motorik secara sederhana namun efektif, terutama di lingkungan rumah yang terbatas ruang.  Pelaksanaan Kegiatan Program dipimpin oleh Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, M.Si., M.M., Psikolog, Guru Besar Universitas Indonesia, yang merupakan pakar Psikologi Pendidikan, bersama mahasiswa S2 Kajian Islam dan Psikologi, Program Studi Kajian Wilayah Timur Tengah dan Islam, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI). Pelatihan diikuti oleh 20 ibu dan 20 anak PAUD dan disusun dalam dua alur paralel:  Ibu: penyuluhan mengenai urgensi stimulasi motorik, contoh aktivitas aplikatif, serta diskusi pola asuh responsif berbasis permainan. ...
Read More
1 10 11 12 13 14 17