Bogor, Rabu (10/12/2025) — Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Membangun Masa Depan Keluarga Muda yang Bahagia Berbasis Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah” di SMPN 12 Kota Bogor. Kegiatan ini merupakan edukasi pencegahan pernikahan usia anak melalui pendekatan lintas disiplin yang melibatkan aspek kesehatan, ekonomi keluarga, agama,...Read More
Salemba, 10 Desember 2025 — Sekolah Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia menggelar rapat dengan Hong Kong Chu Hai College di Kampus UI Salemba untuk menjajaki peluang kerja sama akademik. Rapat dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SPPB UI, Dr. Fuad Gani, serta Wakil Direktur Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Kerja Sama, Ir. Maureen...Read More
Salemba, 10 Desember 2025— Program Studi Kajian Pengembangan Perkotaan (KPP), Sekolah Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia, menggelar rapat lanjutan dengan Faculty of Built Environment, Universiti Malaya, untuk membahas rencana kerja sama program double degree. Kerja sama ini telah dijajaki sejak Maret 2025 dan kini memasuki tahap lanjutan berupa penyusunan Naskah Akademik serta Agreement of Implementation...Read More
Jakarta, 10 Desember 2025 — Ruang sidang promosi doktor Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) hari ini menjadi saksi lahirnya sebuah kajian strategis yang tidak hanya penting bagi dunia akademik, tetapi juga menyentuh denyut diplomasi global Indonesia. Achmad Solechan, kandidat doktor yang menjalani ujian terbuka disertasinya, menghadirkan sebuah penelitian yang memetakan peran internasional...Read More
Jakarta, 11 Desember 2025 — Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) terlibat pada Hong Ting Forum yang diselenggarakan oleh Xinhua News Agency bekerjasama dengan Chinese Mission to ASEAN, Xinhua Institute, serta Biro Xinhua Guangxi, dan dihadiri hampir 100 peserta yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta organisasi media dari Tiongkok dan...Read More
Salemba, 10 Desember 2025 – Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam hal ini adalah Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (PRSIMB), melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Riset Dekarbonisasi Kawasan untuk mendukung pembangunan industri berkelanjutan dan Net Zero...Read More
Depok, 9 Desember 2025 — Kuliah tamu Workshop menghadirkan Guillian Magbanua Mecate, B.A., M.P.A. Kepala Kantor Hubungan Internasional Universitas Filipina, seorang spesialis kebijakan publik dalam bidang internasionalisasi pendidikan tinggi menjelaskan Program UP Hiraya Experience menjadi salah satu inisiatif unggulan Universitas Filipina (University of the Philippines/UP) dalam memperluas pengalaman internasional mahasiswa melalui pembelajaran lintas budaya, akademik,...Read More
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia menggelar Bedah Buku Hasil Kajian Barang Bukti Buku Tindak Pidana Terorisme Seri “Tercerahkan dalam Kedamaian” di UI Salemba, Jakarta, Jumat (5/12). Sepanjang penegakan hukum tindak pidana terorisme di Indonesia, terdapat temuan penting bahwa ada lebih dari 11.000 buku telah disita dari...Read More
Salemba, 5 Desember 2025 — Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) dan School of International Relations and Public Affairs, Fudan University, resmi melanjutkan kerja sama akademik melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati sebelumnya. Sebelum prosesi penandatanganan dilakukan, kedua institusi terlebih dahulu mengadakan rapat pembahasan kerja sama yang mencakup berbagai program potensial, antara lain penyelenggaraan international conference, fasilitasi visiting scholar, peluang dosen tamu, serta pengembangan kegiatan akademik bersama lainnya. Pada kesempatan ini, dokumen MoA ditandatangani terlebih dahulu oleh Direktur SPPB UI, Prof. Supriatna, dalam dua rangkap. Kedua dokumen tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke Fudan University di China untuk ditandatangani oleh Dean, Professor Su Changhe, dan dikirim kembali setelahnya. Prosesi penandatanganan turut disaksikan oleh Wakil Direktur Akademik dan Kemahasiswaan SPPB UI, Dr. Fuad Gani, S.S., M.A., Wakil Direktur Keuangan, Sumber Daya dan Kerja Sama, Ir. Maureen Pomsar Lumban Toruan, M.M., Staf Kerja Sama Internasional, Salma Salsabila, M.Si., Staf Khusus Direktur Bidang Legislasi, Administrasi, dan Kerja Sama, Ester...Read More
Jakarta, 4 Desember 2025 – Ruang sidang Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI), pagi itu, dipenuhi suasana tegang namun penuh harapan. Aprison Mandela, Mahasiswa program Doktor Kajian Stratejik dan Global, yang telah hampir dua tahun menelusuri seluk-beluk gerakan pendukung Islamic State (IS) di Indonesia, akhirnya mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji. Dengan judul disertasi “Strategi Deteksi dan Cegah Dini: Ketahanan Gerakan Pendukung Islamic State di Indonesia”, ia menghadirkan temuan yang bukan hanya akademis, tetapi memiliki implikasi strategis bagi masa depan keamanan nasional. Penelitian yang disusun berdasarkan interaksi dengan 33 informan pendukung IS serta berbagai pemangku kepentingan intelijen dan kontra-terorisme ini berhasil membuka lapisan-lapisan terdalam tentang bagaimana simpatisan IS mampu bertahan meski jaringan globalnya terus melemah. Hasilnya mengejutkan sekaligus menggugah: terdapat sembilan faktor dominan dan empat faktor pendukung yang menjadi motor ketahanan gerakan tersebut. Rekrutmen yang terstruktur, pembinaan yang berkelanjutan, pengamanan jaringan yang rapi, propaganda ideologis yang agresif, pemanfaatan media sosial yang adaptif, hingga kondisi sosial-politik yang tidak stabil—semuanya bekerja seperti roda mekanisme yang saling menguatkan. Di hadapan para penguji, Aprison menyampaikan bahwa problem utama bukan hanya pada pelaku aksi teror, tetapi justru pada ekosistem yang mempertahankan keberadaan pendukung IS. “Selama faktor-faktor ini tidak disentuh secara sistematis, kita hanya memadamkan api, bukan mencegah sumber apinya,” ujarnya dalam sesi pemaparan. Peran intelijen menjadi sorotan penting dalam penelitiannya. Aprison menemukan bahwa berbagai lembaga sebenarnya telah menjalankan fungsi deteksi dan cegah dini, namun koordinasi lintas-instansi masih sering terhambat oleh sekat birokrasi dan kompartementasi informasi. BNPT disebut memiliki posisi strategis untuk memperkuat orkestrasi antarinstansi agar proses mulai dari penyelidikan, pencegahan, hingga pembebasan dapat berjalan lebih adaptif dan efisien. Temuan lain yang menjadi nilai kebaruan adalah usulan strategi Personal Counter Terrorism (PCT). Pendekatan ini memperluas fokus intervensi tak hanya pada potensi aksi, tetapi juga pada akar-akar ketahanan gerakan, terutama pemanfaatan teknologi serta dukungan sumber daya. Pendekatan PCT menekankan perlunya kombinasi soft approach dan hard approach yang disesuaikan dengan karakteristik individu—mulai dari simpatisan pasif hingga mereka yang berpotensi menjadi pelaku. Dewan penguji yang terdiri dari para ahli keamanan, intelijen, hukum, dan studi politik—dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T.—memberikan perhatian besar pada kebaruan penelitian ini. Promotor utama, Dr. Arthur Josias Simon Runturambi, menilai disertasi Aprison sebagai kontribusi penting dalam penguatan strategi kontra-terorisme Indonesia. Sementara itu, para penguji lain seperti Prof. Yon Machmudi dan Dr. Stanislaus Riyanta menyoroti pentingnya integrasi rekomendasi penelitian ini dalam kebijakan nasional yang lebih responsif terhadap ancaman ekstremisme modern. Di akhir sidang, Aprison Mandela bukan hanya dinyatakan lulus sebagai doktor. Ia membawa lebih dari sekadar gelar: ia membawa gagasan yang dapat mempengaruhi arah baru dalam strategi deteksi dan cegah dini terorisme di Indonesia. Dalam konteks meningkatnya dinamika radikalisme global, karya ini hadir sebagai peringatan, panduan, sekaligus pijakan perubahan. Bagi publik, penelitian ini mengingatkan bahwa ancaman terorisme tidak lagi kasat mata, tetapi terus hidup dalam ruang-ruang digital, sosial, dan ideologis. Bagi...Read More