Jakarta, 30 November 2025 – Kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta kembali menyadarkan publik bahwa ancaman radikalisme digital semakin nyata bagi anak dan remaja. Dalam konteks inilah Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia (UI) memperlihatkan pengabdian sosialnya melalui edukasi publik, salah satunya lewat penjelasan Zora A. Sukabdi, Psikolog Forensik sekaligus Kepala Program Studi Kajian...Read More
Depok, 1 Desember 2025 — Pusat Studi Strategis Diplomasi dan Industri Olahraga, Center for Strategic and Global Studies, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (PSSDIO CSGS SPPB UI) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem olahraga nasional melalui seminar “Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi.” Kegiatan yang digelar bersama dengan KONI Pusat ini mengulas peluang Indonesia menuju kekuatan olahraga dunia dalam visi Indonesia Emas 2045. Acara ini dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum SPPB UI, Ir. Maureen Pomsar Lumban Toruan, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, PSSDIO, CSGS dan pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan seminar ini. Beliau berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem diplomasi dan industri olahraga Indonesia. Ketua PSSDIO, Dr. Uden Kusuma Wijaya, menyoroti besarnya potensi ekonomi industri olahraga yang mencakup atlet, klub, event, sponsor, hak siar, hingga kolaborasi lintas industri. Ia menegaskan bahwa industri olahraga hanya dapat berkembang apabila prestasi atlet ikut maju, serta mendorong penerapan logika bisnis yang lebih adaptif, efisien, dan terintegrasi dengan kebutuhan pasar. Dari perspektif diplomasi, Uden menekankan bahwa olahraga memiliki kekuatan soft power yang signifikan dalam membangun hubungan internasional dan national branding. Sejumlah contoh historis seperti GANEFO hingga diplomasi kontemporer pada ajang global menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi instrumen strategis politik luar negeri Indonesia. Sementara itu, Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Drs. Tb. Ade Lukman Djajadikusuma, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi global sport brand, namun masih memerlukan political will yang kuat dan tata kelola yang profesional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Asian...Read More