Jakarta, 9 Juni 2026 — Sekolah Pascasarjana Pembangungan Berkelanjutan (SPPB) menggelar rapat koordinasi strategis guna melakukan perombakan kurikulum program Magister (S2) dan Doktoral (S3). Langkah progresif ini diambil sebagai respons cepat terhadap terbitnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dan Peraturan Rektor Nomor 6 Tahun 2026 mengenai revolusi pendidikan tinggi, jelas Manajer Pendidikan, Kemahasiswaan, Alumni, dan Internasionalisasi Pendidikan, Dr. Drs. Chotib, M.Si.

Direktur SPPB Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T., menegaskan bahwa adaptasi kurikulum dan penguatan kemitraan strategis—baik domestik maupun internasional—menjadi kunci utama dalam menghadapi tren global.
“Ketua departemen dan program studi memegang peran leadership sentral untuk merevolusi tata kelola, memanfaatkan inovasi MOOCs, serta mengakselerasi program fast-track dan double degree,” ujarnya.
Fokus Penjaminan Mutu & Efisiensi Perkuliahan
Dalam pengarahan Penjaminan Mutu Akademik (UPMA), Kepala UPMA SPPB Dr. Dra. Kurniawaty, S.Sos, M.A., menyoroti pentingnya pemetaan profil mahasiswa untuk mengatasi fenomena hilangnya mahasiswa di semester ke-3 akibat kembali bekerja full-time. Pihak sekolah juga menekankan kewajiban publikasi ilmiah yang sudah harus dirancang sejak dini, bukan di akhir semester. Selain itu, aturan ketat mengenai kualifikasi promotor/ko-promotor serta tertib presensi dosen di SIAK-NG menjadi prioritas demi menjaga mutu akademik.
Highlights Revisi Kurikulum Lintas Departemen
Setiap departemen memaparkan inovasi dan penyesuaian kurikulum terbaru untuk meningkatkan efisiensi dan relevansi lulusan:
- Departemen Ilmu Lingkungan (IL) melakukan penyesuaian Bloom’s Taxonomy untuk CPL Doktor, penyesuaian metode daring/luring, serta memberlakukan sistem evaluasi ketat pada 2 semester awal untuk para mahasiswa.
- Departemen KSKK membuka peminatan baru Keamanan dan Ketahanan Air (kerja sama dengan PAM Jaya) di Prodi Magister Kajian Ketahanan. Program Studi Kajian Terorisme menitikberatkan pada Terorisme Global, dan Kajian Ilmu Kepolisian membuka peminatan Kepemimpinan Strategis.
- Departemen KSGK mengoptimalkan kuliah praktik kerja di Kementerian Luar Negeri, kedutaan besar, dan lembaga stakeholder untuk Prodi Kajian Wilayah Eropa (KWE), serta melakukan sinkronisasi administrasi terkait mata kuliah tugas akhir. Kajian Wilayah Jepang mengembangkan kurikulum dengan memperluas jaringan kepada Kementerian Ketenagakerjaan, sementara itu Kajian Pengembangan Perkotaan membuka peminatan baru Perumahan dan Permukiman.
Wakil Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Yon Machmudi, Ph.D., menutup koordinasi dengan semangat penguatan sinergi antardepartemen dan optimis menyambut semester baru dengan student body yang lebih optimal, serta melahirkan output lulusan yang berstandar tinggi dan berdaya saing global.

