Jakarta, 25 Maret 2026 – Pada acara IBF (Indonesia Business Forum) di TVONE beberapa waktu lalu, Chotib (Manajer Pendidikan dan Kemahasiswaan SPPB UI) menjadi salahsatu narasumber. Pada acara tersebut beberapa hal dibahas oleh Chotib terkait fenomena mudik yang selalu muncul pada setiap menjelang dan pasca Idul Fitri di Indonesia, dan terutama di kota-kota besar.
Menurut Chotib, lonjakan jumlah pemudik dalam beberapa tahun terakhir yang sudah mencapai tiga digit disebabkan oleh beberapa factor: peningkatan kualitas infrastruktur transportasi, termasuk pembangunan jalan tol; peningkatan jumlah penduduk perkotaan, kebijakan Pemerintah memperpanjang hari libur, termasuk adanya kebijakan WFA (Work from Anywhere) sehingga distribusi waktu untuk mudik dapat lebih terdistribusi.
Mudik tidak dapat tergantikan oleh teknologi Video Call maupun zoom. Keinginan bertemu dengan keluarga dan para kerabat menjadi motivasi penting dalam merayakan Hari Raya bersama keluarga sambil lebaran, liburan, leburan, luberan, dan leburan.
Mudik memberikan dampak terhadap pertumbuhan UMKM local. Namun fenomena ini harus tetap berjalan dan adanya keberlanjutan. Untuk itu Pemerintah hendaknya memberikan dukungan kebijakan eskalasi UMKM melalui internasionalisasi dan digitalisasi produk-produk UMKM sehingga jangkauan pasar jauh lebih luas.

