Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan - Universitas Indonesia

Dua Mahasiswa Lolos Seleksi Beasiswa Osaka Gas, SPPB UI Fasilitasi Program Pengalaman Jepang Selama 40 Hari

Jakarta, 10 Maret 2026 – Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) kembali memfasilitasi kesempatan internasional bagi mahasiswa melalui program Beasiswa Osaka Gas Jepang, yang memberikan pengalaman belajar langsung di Jepang selama 40 hari di Kota Osaka.

Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai masyarakat, budaya, serta kehidupan sosial Jepang melalui pengalaman langsung di lapangan. Peserta akan mengikuti berbagai kegiatan akademik, kunjungan institusi, serta interaksi dengan masyarakat lokal di Osaka.

Dalam proses seleksi tahun ini, dua mahasiswa berhasil lolos setelah melalui tahapan administrasi dan wawancara yang dilakukan oleh tim akademisi dari SPPB UI. Kedua mahasiswa tersebut adalah Ahmad Khoirul Amri dan Najma Fairus Handoko.

Tahap wawancara dilakukan oleh para dosen dan akademisi yang memiliki keahlian di bidang kajian Jepang dan hubungan internasional, yaitu Prof. I Ketut Surajaya, Dr. Kurniawaty, serta Muhammad Reza Rustam, PhD.

Dalam sesi wawancara tersebut, para kandidat diuji terkait motivasi mengikuti program, pemahaman mereka mengenai Jepang, serta kesiapan untuk menjadi representasi mahasiswa Indonesia selama mengikuti program di Jepang.

Pihak SPPB UI menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memberikan pengalaman perjalanan akademik, tetapi juga membuka ruang pembelajaran lintas budaya yang sangat penting bagi mahasiswa.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh perspektif baru mengenai Jepang secara langsung, mulai dari kehidupan masyarakat, etos kerja, hingga dinamika sosial yang berkembang di negara tersebut.

Selain memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, program Beasiswa Osaka Gas juga diharapkan dapat memperkuat hubungan akademik dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang.

Kedua mahasiswa terpilih, Ahmad Khoirul Amri dan Najma Fairus Handoko, dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran dan pengalaman budaya di Osaka selama 40 hari. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam memperluas wawasan internasional sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang Jepang.